Auto Exposure Bracketing adalah sebuah fitur yg ada di kamera digital yg berfungsi untuk mendapatkan beberapa hasil foto yg memiliki exposure yg berbeda-beda, untuk nantinya bisa kita gabungkan menjadi 1 foto final dengan hasil rentang dinamis yg baik. Pada kamera-kamera digital umunya, kamera bisa kita set untuk mendapatkan 3 hasil foto yg berbeda exposure yaitu, 1 foto dengan hasil under exposure, kemudian 1 foto berikutnya dengan hasil normal exposure, dan terakhir 1 foto dengan hasil yg over exposure.

Karena banyaknya jenis dan macam-macam lensa yang ada, terkadang bisa sangat membingungkan kita sebagai pemula, harus memilih lensa jenis seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kenali dan pahami fungsi dan jenis-jenis lensa terlebih dahulu, agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan saat akan menggunakan lensa tertentu dalam pemotretan. Video ini akan membantu kalian dalam memahami dan mengenali berbagai macam jenis lensa yang ada pada kamera digital. Video part 2 bisa kalin check disini https://youtu.be/5JTu2QSPvjU Video part 3 bisa kalin check disini https://youtu.be/xbn5FUcLFJ0

Selain Mengontrol Eksposure, Aperture juga berperan sebagai pengatur ruang kedalaman fokus atau DOF pada hasil foto kita, dan setiap efek DOF yang berbeda, akan menghasilkan Nuansa atau Mood yang berbeda juga pada hasil foto kita nantinya. Saat kita menggunakan Mode Pemotretan A atau Av ini, artinya kita hanya perlu menentukan sendiri berapa angka Aperture yang akan kita gunakan saat memotret, sementara setingan angka Shutter Speed, akan diatur sendiri oleh kamera kita secara otomatis.

Saat kita ingin memotret sesuatu yang bergerak cepat atau action, kita bisa menggunakan mode pemotretan S pada kamera Nikon dan disebut dengan Tv pada kamera Canon, tapi sebelumnya, kita harus pahami terlebih dahulu, apa efek yang akan terjadi apabila kita salah dalam menentukan berapa angka Shutter Speed yang harus kita gunakan saat memotret.