Tokina 11-16mm f/2.8 Pro DX Review

Pertanyaan yang sering saya dapat dari para penggemar fotografi landscape dan arsitektur adalah, lensa apa sih yang rekomendid untuk pemotretan landscape dan arsitektur dan cocok untuk crop factor kamera?
Untuk pemotretan landscape, idealnya kita menggunakan lensa dengan range yang lebar atau wide lens untuk bisa mendokumentasikan luas area landscape yang ingin kita potret, tetapi terkadang lensa tele juga asik digunakan untuk pemotretan landscape atau pun arsitektur. Ada banyak jenis lensa wide yang bagus untuk di pakai di crop factor kamera, tapi kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman saya selama hampir 2 tahun menggunakan lensa Third Party yg satu ini, Tokina 11-16mm F/2.8 Pro DX.
Lensa ini pada saat awal diluncurkan dibandrol dengan harga sekitar 7,5 juta Rupiah, setelah beberapa tahun dan sampai sekarang pun lensa ini masih tetap di produksi dan sekarang harganya sedikit lebih murah yaitu sekitar 6,5 juta Rupiah.
Huruf DX yang tertulis pada keterangan berarti, Lensa ini di khususkan untuk kamera Crop Factor sensor kamera seperti canon 60D, 70D, atau Nikon D7000, d7100, D90 dan lain-lain.

Dengan Aperture f/2.8 yang konstan, artinya walaupun lensa kita zoom ke 16mm sebagai maximum focal length lensa, angka Aperture tidak akan berubah dan tetap di angka yang kita set diawal dan lensa tidak memanjang saat di zoom. Berbeda dengan beberapa zoom lens yang lain, saat di zoom maka angka Aperture akan berubah. Angka f/2.8 ini sangat membantu kita dalam kondisi pemotretan low light atau minim cahaya seperti malam hari. Bokeh yg dihasilkan lensa ini di f/2.8 sangat cantik, dan f/2.8 sangat membantu saat kita ingin mengisolasi objek dengan background.
dsc_3209

Sistem zooming lensa ini cukup smooth, dengan Focal Length dari 11mm ke 16mm membuat lensa ini sangat nyaman untuk digunakan saat kita ingin melakukan framing sesuai dengan yang kita inginkan dan tidak perlu khawatir Eksposure akan berubah karena lensa ini tidak memanjang saat di zoom sehingga tidak akan ada perubahan angka Aperture.

Untuk sistem focusing lensa ini sangat berbeda dengan lensa merek lain, yaitu dengan system Push-Pull, kita menarik dan menekan tuas focusing pada lensa, ada tanda pada body lensa untuk melihat focus sistem, apabila kita tarik maka kita menggunakan manual focus, apabila kita tekan balik ke dalam kita menggunakan auto focus.
Untuk focusing lock atau penguncian focus lensa ke subjek, lensa ini cukup cepat dgn ketajaman hasil yang sangat baik.
Jarak minimum focus cukup dekat yaitu 0.3 meter, sangat dekat ke lensa. Cuma focusing noisenya cukup berisik, anda bisa dengar saat lensa mencari focus ke subjek.
Perlu diingat, lensa ini tidak terdapat AF motor drive atau motor focus sehingga auto focus tidak akan bekerja padakamera tertentu, seperti Nikon D60, D40, dll.

Bahan plastic pada body lensa cukup solid dan berkualitas sangat baik sehingga lensa ini tidak terlihat enteng karena memang lensa ini cukup berat dan berbody besar.
Karena lensa ini adalah lensa super wide, maka akan ada distorsi yang perlu di waspadai dan biasanya akan terlihat di bagian tepi foto dan objek yang dekat dan berada di tengah akan terlihat cembung, tetapi lensa ini bukan lensa fish eye, tergantung kepintaran anda dalam menempatkan objek pada foto maka distorsi tidak akan begitu menjadi masalah.

villa-malou_032

Saya tidak merekomendasikan andauntuk menggunakan lensa ini untuk potret wajah, distorsi lensa akan mengakibatkan wajah orang terlihat lebar.
Untuk pemotretan prewedding lensa ini bisa digunakan dengan catatan objek berada sedikit jauh dan kita ingin mengcapture pemandangan saat pasangan berpose. Saya biasa menggunakan lensa ini untuk pemotretan arsitektur dan dokumentasi video.

Lebar ring lensa ini yaitu 77mm dan anda bisa memakai filter pada lensa, baik filter bulat maupun filter slide.

Ada beberapa pertanyaan yg sering muncul saat ingin membeli lensa ini…
Mending mana tokina 11-16mm f/2.8 atau tokina 12-24 f/4 dengan harga yang sedikit lebih murah?
Pertama, kedua lensa ini sama-sama dirancang untuk kamera jenis crop sensor kamera dan Lebar lensa ini berbeda walaupun Cuma beda 1 mm jika anda lihat di frame yang nyata, 1mm itu sangat besar bedanya.

Kedua, maksimum Aperture atau angka f sangat berbeda jauh dari f/2.8 ke f/4 walaupun sama-sama konstan Aperture yang artinya tidak berubah saat di zoom, tetapi f/2.8 sangat membantu untuk mengisolasi objek dengan background.
Kelebihan dari lensa tokina 12-24mm f/4 adalah sudah terdapat AF motor drive pada body lensa jadi bisa digunakan pada jenis DSLR crop sensor apa pun seperti Nikon D60 atau D40. Sedangkan tokina 11-16mm tidak ada AF motor drive pada body lensanya.

Jadi saya pikir 2 kelebihan yang dimiliki tokina 11-16mm ini membuat lensa ini lebih unggul di bandingkan dengan 12-24mm, yaitu wide range lebih lebar dengan 11mm dan maksimum Aperture yg lebih besar yaitu f/2.8, tetapi semua kembali kepada budget dan kebutuhan anda.

Tinggalkan Balasan